jump to navigation

September 10, 2011

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags: ,
add a comment
Dengan puisi aku bernyanyi-Sampai sejauh umurku nanti-Dengan puisi aku bercinta-Berbatas cakrawala.
Dengan puisiaku mengenang-Keabadian yang akan datang-Dengan puisi aku menangis-Jarum waktu bila kejam mengiris.
Dengan puisi aku mengutuk-Nafas zaman yang busuk-Dengan puisi aku berdoa-Perkenanlah kiranya…
(Tauifq Ismail, 1965)
Adakah suara cemara. Mendesing menderu kepadamu. Adakah melintas sepintas. Gemersik daunan lepas/ Deretan bukit-bukit biru. Menyeru lagu itu. Gugusan mega. Ialah kencana/ Adakah suara cemara. Mendesing menderu padamu. Adakah lautan ladang jagung. Mengombakkan suara itu.// (Taufiq Ismail, Adakah Suara Cemara, 1972).

lilin September 3, 2011

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags: ,
add a comment

Malam ini, di tengah temaram lilin yang aku bawa

Kulihat temaram sinarnya jatuh di depan wajahmu

Tak ku lihat jelas bagaimana keadaanmu

Hanya ada sapa dalam diam

Senyum dalam kesepian

Membisu dimakan keheningan malam

Kemudian engkau berjalan berlalu meninggalkanku

Tidak pernah lagi kutahu engkau

Hanya dari kabar-kabar  semu

Namun biar lilin ini menjadi saksi bisu

Akan pertemuanku denganmu

Hari ini, dan esok hari saat aku dan kamu menjadi satu…

392011


Kisah September 2, 2011

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags: ,
add a comment

Kau pergi, sehabis menutup pintu pagar sambil sekilas menoleh namamu sendiri yang tercetak di plat alumunium itu…

Hari itu musim hujan yang panjang dan sejak itu mereka tak pernah melihatmu lagi…

Sehabis penghujan reda, plat nama itu ditumbuhi lumut sehingga tak bisa terbaca lagi…

Hari ini seorang yang mirip denganmu nampak berhenti di depan pintu pagar rumahmu, seperti mencari sesuatu…

la bersihkan lumut dari plat itu, Ialu dibacanya namamu nyaring-nyaring.

Kemudian ia berkisah padaku tentang pengembaraanmu..

~*Sapardi Djoko Damono*~

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

aku September 2, 2011

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags: ,
add a comment

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943

Dalam Doaku September 2, 2011

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags:
add a comment
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak
henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah darimana..
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ngibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan
menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu..
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun disana, bersijingkat di jalan kecil itu, menyusup di
celah-celah jendela dan pintu, dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya di rambut, dahi dan bulu-bulu mataku..
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia
mengusut rahasia demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku..
Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu..
~* Sapardi Djoko Damono, “Dalam Doaku”, 1989 *~

Dengar! August 4, 2011

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags:
add a comment

aku tak percaya pada cinta..

yang kata mereka, rasanya membuat bahagia…

apa yang terlihat seolah hanya bunga-bunga..

aku tak percaya pada cinta..

karena buatku dia tiada..

aku tak percaya pada cinta…

tunggu!

dengar dulu aku bicara..

aku tak percaya pada cinta, yang hanya janji dan kata-kata hina semata..

tunggu!

dengar dulu aku bicara..

aku tak percaya pada cinta..

karena aku bukan segalanya..

karena aku bukan udara..

karena aku, hanya tak percaya cinta..

darimu saja.

04082011

Pujian Dalam Hujatan July 11, 2011

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags: ,
add a comment

_______________________________

Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai AlQuran & Sunnah dengan faham As Salafush Shaleh, Akupun dipanggil Wahabi
Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’ala tidak kepada Nabi & Wali .… Akupun dituduh Wahabi

Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq …. Akupun diklaim sebagai Wahabi
Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang dzalim, Akupun dipasangi platform Wahabi

Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam-makam keramat… Akupun dijuluki Wahabi
Ketika aku putuskan keluar dari tarekat sekte sufi yang berani menjaminku masuk surga… Akupun diembel-embeli Wahabi

Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i
Akupun dihujat sebagai Wahabi
Ketika aku tinggalkan maulidan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah ajarkan … Akupun dikirimi “berkat”  Wahabi

Ketika aku takut mengatakan bahwa Allah subhaanahu wa ta’ala itu dimana-mana sampai ditubuh babipun ada…  Akupun dibubuhi stempel Wahabi
Ketika aku mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjangkan jenggot, memotong celana diatas dua mata kaki, …,…., Akupun dilontari kecaman Wahabi

Ketika aku tanya apa itu Wahabi…?
Merekapun gelengkan kepala tanda tak ngerti
Ketika ku tanya siapa itu wahabi…?
merekapun tidak tahu dengan apa harus menimpali

Tapi…!
Apabila Wahabi mengajakku beribadah sesuai dengan AlQuran dan Sunnah… Maka aku rela mendapat gelar  Wahabi !
Apabila Wahabi mengajakku hanya menyembah dan memohon kepada Allah subhaanahu wa ta’ala … Maka aku Pe–De memakai mahkota Wahabi !

Apabila Wahabi menuntunku menjauhi syirik, khurafat dan bid’ah… Maka aku bangga menyandang baju kebesaran Wahabi !
Apabila Wahabi mengajakku taat kepada Allah subhaanahu wa ta’ala dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam … Maka akulah pahlawan Wahabi !

Ada yang bilang.…. Kalau pengikut setia Ahmad shallallahu ‘alaihi wa sallam digelari Wahabi, maka aku mengaku sebagai Wahabi.
Ada yang bilang….. Jangan sedih wahai “Pejuang Tauhid”, sebenarnya musuhmu sedang memujimu, Pujian dalam hujatan….!

Oleh: Ahmad Zainuddin

http://firanda.com/

tak tahu, tidak tak ada.. June 24, 2011

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags: ,
add a comment

tak perlu dicari

tak juga menanti

tak harus berlari

jika pergi biarkan pergi

kamu..

jika untukku

pasti kembali

~nindyaresha24062011~

(lagi) aku ditengah hujan June 23, 2011

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags: ,
add a comment

disini aku berada ditengah-tengah hujan

aku tak tahu apa yang sedang terjadi pada jemari-jemari ini

dia hanya menari tiada henti

mengusap airmata yang tak nampak lagi

aku berjalan ditengah hujan hari ini

melihat lurus ke depan tanpa henti

aku tak tahu apa yang terjadi

yang kutahu..

hanya aku sendiri..

semua putih karena embun pekat

semua basah karena hujan deras

semua tak terlihat

hanya aku di tengah jalan..

samar-samar aku lihat sosok seorang engkau diseberang jalan

buram..

dan kemudian menghilang..

dan aku tak tahu, kapan engkau akan datang lagi

kembali..

atau selamanya pergi..

~nindyaresha, 23062011~

puisi Cinta May 20, 2011

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags:
add a comment

Ketika tunas ini tumbuh

Serupa tubuh yang mengakar

Setiap nafas yang terhembus adalah kata

Angan, debur dan emosi

Bersatu dalam jubah terpautan

Tangan kita terikat

Lidah kita menyatu

Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu

Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu

Hanya angin meniup saja

Lalu terbang hilang tak ada

Tapi kita tetap menari

Menari cuma kita yg tau

Jiwa ini tandu maka duduk saja

Maka akan kita bawa

Semua

Karena..

Kita..

Adalah..

SATU

~ Rako Prijanto ~