jump to navigation

puisi Cinta May 20, 2011

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags:
trackback

Ketika tunas ini tumbuh

Serupa tubuh yang mengakar

Setiap nafas yang terhembus adalah kata

Angan, debur dan emosi

Bersatu dalam jubah terpautan

Tangan kita terikat

Lidah kita menyatu

Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu

Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu

Hanya angin meniup saja

Lalu terbang hilang tak ada

Tapi kita tetap menari

Menari cuma kita yg tau

Jiwa ini tandu maka duduk saja

Maka akan kita bawa

Semua

Karena..

Kita..

Adalah..

SATU

~ Rako Prijanto ~

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: