jump to navigation

mau kulia dimana lagi nih? August 29, 2010

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags:
2 comments

sudah lama saya ingin posting cerita ini..

tentang perjalanan saya mencari sekolahan! haha

berawal dari keinginan yang amat sangat dalam untuk menembus sebuah universitas negeri ternama di indonesia..

jatuh bangunnya, sedihnya, semangatnya.. (apa coba?)

******

Universitas Indonesia

beberapa tes telah saya lewati..

dengan keyakinan dan teguh, dan tetap dalam 1 pilihan..

Psikologi UI..

mulai dari..

– SIMAK UI –

– UMB PTN –

– SNMPTN –

*****

dan ternyata belom berhasil juga untuk mencapai UI untuk tahun ini..

lalu..

apakah mau mencoba tahun depan??

entahlah..

rasanya uda cape mengejar dunia 😀

*****

lalu dimana saya sekolah sekarang??

setelah sekian kali pontang-panting..

akhirnya saya terdampar di:

Di Fakultas PERTANIAN.

*****

Sangat jauh dari mimpi dan harapan..

tapi…

inilah yang terbaik..

Bismillah..

****

وَعَسَى أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرُُ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(Qs. Al-Baqarah: 216).

semoga tidak terlalu lama disibukkan dengan urusan dunia. amiin

Hukum Wanita Haid Membaca Al-Qur’ân August 18, 2010

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags:
4 comments

Oleh: Syaikh Shâlih Fauzân bin `Abdullâh Al-Fauzân

Syaikh Shâlih Fauzân bin `Abdullâh Al-Fauzân ditanya:

  • Apakah boleh seorang wanita yang sedang haid membaca Alqur’ân dengan hafalan, jika hal ini tidak boleh maka apakah berdosa jika mengajari Alqurân kepada anak-anaknya khususnya jika mereka berada di madrasah dalam keadaan haid?

Maka beliau menjawab:

Seorang wanita yang haid tidak boleh membaca Alqur’ân baik dengan memegang mushaf atau dengan hafalan karena dia sedang berhadats besar dan orang yang berhadats besar seperti wanita haid dan orang yang junub tidak boleh membaca Aqur’ân karena Nabi -Shallallâhu `alaihi wa sallam- tidak membaca Alqur’ân jika beliau sedang junub. Dan haid adalah hadats besar seperti junub yang mencegah seseorang membaca Alqur’ân.

Tetapi dalam keadaan takut lupa, yaitu jika wanita haid hafal beberapa surat Alqur’ân atau hafal Alqur’ân dan dia takut lupa jika tidak membaca, karena waktu haid itu lama sehingga Alqur’ân yang telah dihafalkan bisa lupa, maka tidak mengapa dia membaca Alqur’ân dalam keadaan ini, karena hal itu darurat, sebab kalau dia tidak membaca Alqur’ân maka dia akan lupa. Seperti itu juga seorang siswa, jika datang waktu ujian dalam materi Alqur’ân dan dia sedang haid kemudian masa haidnya lama sehingga tidak mungkin mengikuti ujian tersebut kecuali bila haidnya berhenti maka tidak mengapa dia membaca Alqur’ân untuk ujian. Sebab kalau dia tidak membacanya tentu ujiannya gagal dan dia tidak sukses dalam ujian Alqur’ân dan ini membahayakannya. Maka dalam keadaan ini juga, seorang siswi boleh membaca Alqur’ân untuk mengikuti ujian baik dengan hafalan dan dengan memegang mushaf, tetapi dengan syarat dia tidak menyentuhnya kecuali dengan penghalang (misalnya dengan memakai kaos tangan, pent).

Adapaun wanita haid membaca Alqur’ân karena untuk mengajar, maka hal ini tidak boleh karena bukan darurat. Wallâhu a`lam.

Sumber: فتاوى المرأة المسلمة كل ما يهم المرأة المسلمة في شؤون دينها ودنياها disusun oleh Abu Malik Muhammad bin Hamid bin Abdul Wahhab. Edisi Indonesia: Wanita Bertanya Ulama Menjawab (Kumpulan Fatwa tentang Wanita); hal. 118-119. Penerjemah: Abu Najiyah Muhaimin. Editor: Abu Muhammad Harits Abrar Thalib. Penerbit: An Najiyah Sukoharjo. Disalin untuk http://akhwat.web.id. Silakan copy dengan menyertakan url sumbernya.

Untukmu, Pendamping Hidupku! August 13, 2010

Posted by nindtaa in chocolate.
add a comment

ya untukmu, manusia yang telah kuserahkan semua yang kumiliki untuk bisa berbahagia dengannya di atas ketaatan kepada Allah subhanahuwata’ala. Manusia yang paling tahu semua rahasia hidupku dari rambut sampai ke ujung kaki. Manusia yang aku berharap bersamanya menuju surga bergandeng tangan membawa sekeranjang harapan dan cita-cita..

*****

Ya, untukmu, yang selama ini ku kenal, orang yang paling pengertian dan pemaaf, selalu menjunjung akhlak mulia. Yang selama ini kukenal, orang yang tidak henti-hentinya menggapai kebahagiaan hidup bersamaku…

*****

Ya, untukmu, orang yang telah berikrar dan berjanji untuk bersama mendayung sampan rumah tangga, sebesar apapun gelombangyyang menghadang atau sekuat apapun angin puting beliung menerjang…

*****

Kepadamu, kutuliskan dihamparan hatimu yang maha luas tentang cinta dan kasih sayang, cinta yang karenanya diciptakan langit dan bumi, dipancangkan gunung dan dialirkannya sungai…

*****

Aku ingin berceritakepadamu tentang cinta yang suci yang tidak tergores oleh maksiat dan tidak raut oleh dosa dan kesalahan. Cinta yang akan meringankan segala beban hidup dan menjadikan duniaku taman bunga yang indah..

*****

kekasihmu…

~Ustadz Armen Halim Naro, Untukmu, Pendamping Hidupku!,

Buhul Cinta, Pustaka Darul Ilmi~