jump to navigation

Islam search Engine May 24, 2010

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags:
3 comments

Sekarang ini telah hadir Search Engine Islam yang memudahkan kita untuk mencari ilmu tentang islam.

Alhamdulillah..

Hasil pencariannya sudah bagus..

semoga Search Engine ini dapat bermanfaat bagi kita semua..

silakan kunjungi:

http://yufid.com/

AKU INGIN BELAJAR, AKU INGIN TAHU, DAN AKU INGIN MENGERTI. May 23, 2010

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags:
1 comment so far

“Banyak Hal di luar sana yang selama ini sering aku dengar dari perkatan si fulan dan si fulanah. Namun aku tak paham benar dengan apa yang mereka katakan, hingga aku akhirnya mencoba  untuk mencari kebenarannya sendiri”

Beberapa istilah yang sering aku dengar dari perkataan mereka adalah kata : Aqidah, Salaf, dan  Ahlussunnah. Kata-kata itu aku sering dengar, namun untuk menjelaskan arti dari ketiganya, aku temukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku.

1. Apakah Aqidah itu??

  • ‘Aqidah menurut bahasa Arab (etimologi) berasal dari kata al-’aqdu yang berarti ikatan, at-tautsiiqu yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquwwah yang berarti mengikat dengan kuat. (Lisaanul ‘Araab (IX/311: akidah) karya Ibnu Manzhur (wafat th. 711 H) rahimahullah dan Mu’jamul Wasiith (II/614: akidah))
  • ‘aqidah menurut istilah (terminologi) adalah iman yang teguh dan pasti yang tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang meyakininya.
  • Aqidah Islamiyyah adalah  kepercayaan yang mantap kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, para Rasul-Nya, hari Akhir, qadar yang baik dan yang buruk, serta seluruh muatan Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama, perintah-perintah dan berita-beritanya, serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma’), dan kepasrahan total kepada Allah Ta’aladalam hal keputusan hukum, perintah, takdir, maupun syara’, serta ketundukan kepada Rasulullah rdengan cara mematuhinya, menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya. (Mabahits fi Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, Syaikh DR. Nashir Al-Aql, hal. 9-10

2. Apakah Salaf  itu???

  • Salaf menurut bahasa Arab (etimologi) artinya yang terdahulu (nenek moyang), yang lebih tua dan lebih utama (Lisaanul ‘Arab (VI/332) karya Ibnu Manzhur (wafat th.711 H) rahimahullah))
  • Salaf menurut istilah (terminologi) adalah generasi pertama yang terbaik dari ummat Islam ini yang terdiri dari para Sahabt, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in dan para Imam pembawa petunjuk pada tiga kurun generasi pertama yang dimuliakan oleh ALLAH azza wa jalla sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihiwassalam:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian generasi sesudahnya (tabi’in), kemudian generasi sesudahnya (tabi’ut tabi’in). (Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari (no.2652) dan Muslim (no.2533) dari Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahuanhu)

  • Menurut al-Qolsyani:

“Salafush Shalih adalah generasi pertama ummat ini, yang pemahaman ilmunya sangat dalam, yang mengikuti petunjuk Nabi shallallahu’alaihiwassalam dan menjaga Sunnahnya dan menegakkan agamaNYA…”(Al-Muffassiruun bainat Ta’wiil wal Itsbaat fii Aayatish Shifaat(I/11))

Dan firman ALLAH subhanahuwata’ala:

وَالسَّابِقُونَ اْلأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah telah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya selama lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 100)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah:

“ Bukanlah merupakan aib bagi seseorang yang menampakkan manhaj salaf dan menisbatkan dirinya kepada salaf, bahkan wajib menerima yang demikian itu berdasarkan kesepakatan para ulama, karena manhaj salaf tidak lain kecuali kebenaran” (Majmu’ Fataawaa Syaikhul Islam Ibni Taimiyyah (IV/49))

3.Lalu, apakah Ahlussunnah ituu??

Untuk pengertian ahlussunnah, mari kita bahas dulu apa itu pengertian sunnah dan jama’ah.

  • Pengertian as-Sunnah Secara Bahasa (Etimologi) As-Sunnah  secara bahasa berasal dari kata: “sanna yasinnu” , dan “yasunnu sannan”, dan “masnuun” yaitu yang disunnahkan. Sedang “sanna amr” artinya menerangkan (menjelaskan) perkara. As-Sunnah juga mempunyai  arti “at-Thariqah” (jalan/metode/pandangan hidup) dan “as-Sirah” (perilaku) yang terpuji dan tercela.
  • Seperti sabda Rasulullah Shallallahu’alaihiwassalam:
    “Sungguh kamu  akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). (HR. Al-Bukhari no 3456, 7320 dan Muslim no. 2669 dari Sahabat Abu Sa’id al-Khudri).
  • Pengertian As-Sunnah secara Terminologi (istilah): Yaitu petunjuk yang telah ditempuh oleh rasulullah SAW dan para Sahabatnya baik berkenaan dengan ilmu, ‘aqidah, perkataan, perbuatan maupun ketetapan.As-Sunnah juga digunakan untuk menyebut sunnah-sunnah (yang berhubungan dengan) ibadah dan ‘aqidah. Lawan kata “sunnah” adalah “bid’ah”.

Nabi Shallallahu’alaihiwassalam bersabda,

“Sesungguhnya barang siapa yang hidup diantara kalian setelahku, maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaknya kalian berpegang teguh pada Sunnahku dan Sunnah para Khulafa-ur Rasyidin dimana mereka itu telah mendapat hidayah.”

(Shahih Sunan Abi Dawud oleh Syaikh al-Albani). (HR. Ahmad (IV/126-127), Abu Dawud no. 4607, at-Tirmidzi no. 2676, dan al-Hakim (I/95),

  • Pengertian Al-Jama’ah secara etimologi (bahasa): Jama’ah diambil dari kata “jama’a” artinya mengumpulkan sesuatu, dengan mendekatkan sebagian dengan sebagian lain. Seperti kalimat “jama’tuhu” (saya telah mengumpulkannya); “fajtama’a” (maka berkumpul).Dan kata tersebut berasal dari kata “ijtima'” (perkumpulan), ia lawan kata dari “tafarruq” (perceraian) dan juga lawan kata dari “furqah” (perpecahan).Jama’ah adalah sekelompok orang banyak; dan dikatakan juga sekelompok manusia yang berkumpul berdasarkan satu tujuan.Dan jama’ah juga berarti kaum yang bersepakat dalam suatu masalah. (Lihat kamus bahasa: Lisaanul ‘Arab, Mukhtaraarush Shihaah dan al-Qaamuusul Muhiith: (bab: Jama’a).
  • Pengertian Al-Jama’ah secara Terminologi (istilah): Yaitu kelompok kaum muslimin ini, dan mereka adalah pendahulu ummat ini dari kalangan para sahabat, tabi’in dan orang-orang yang mengikuti jejak kebaikan mereka sampai hari kiamat; dimana mereka berkumpul berdasarkan Al-Qur-an dan As-Sunnah dan mereka berjalan sesuai dengan yang telah ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu’alaihiwassalam baik secara lahir maupun bathin.
  • Jadiii, pengertian Ahlussunnah waljamaah secara ringkas adalah suatu golongan yang telah Rasulullah Shallallahu’alaihiwassalam janjikan akan selamat di antara golongan-golongan yang ada. Landasan mereka bertumpu pada ittiba’us sunnah (mengikuti as-Sunnah) dan menuruti apa yang dibawa oleh nabi baik dalam masalah ‘aqidah, ibadah, petunjuk, tingkah laku, akhlak dan selalu menyertai jama’ah kaum Muslimin.

4. Bagaimana Karektristik para Ahlussunnah itu??

beberapa karakteristik dan cici-ciri dari ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang merupakan ‘aqidah Islamiyah yang haq (benar) berbeda dengan lainnya..Karakter dan ciri-ciri itu diantaranya :

a)    Keotentikan Sumbernya. Hal ini karena ‘aqidah Ahlus Sunnah semata-mata hanya berdasarkan kepada Al-Qur-an, hadits dan ijma’ ulama salaf serta penjelasan dari mereka

b)    Berpegang Teguh Kepada Prinsip Berserah Diri Kepada Allah dan Kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab ‘aqidah adalah masalah yang ghaib, dan hal yang ghaib itu hanya tegak dan bersandar kepada kepasrahan (taslim) dan keyakinan sepenuhnya (mutlak) kepada Allah (dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam).

c)    Sejalan dengan Fitrah yang Suci dan Akal yang Sehat. Hal itu karena ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah berdiri di atas prinsip ittiba’ (mengikuti), iqtidha’ (meneladani) dan berpedoman kepada petunjuk Allah, bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ‘aqidah generasi terdahulu (Salaful Ummah)

d)    Mata Rantai Sanadnya Sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Para Shahabatnya dan Para Tabi’in serta Para Imam yang Mendapatkan Petunjuk. Tidak ada satu dasar pun dari dasar-dasar ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang tidak mempunyai dasar atau sanad atas qudwah (contoh) dari para Shahabat, Tabi’in dan para Imam yang medapat petunjuk hingga Hari Kiamat.

e)    Jelas dan Gamblang. ‘Aqidah Ahlus Sunnah mempunyai ciri khas yaitu gambling dan jelas, bebas dari kontradiksi dan ketidakjelasan, jauh dari filsafat dan kerumitan kata dan maknanya, karena ‘aqidah Ahlus Sunnah bersumber dari firman Allah yang sangat jelas yang tidak datang kepadanya kebatilan (kepalsuan) baik dari depan maupun dari belakanga, dan sumber dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak pernah berbicara denga hawa nafsunya.

f) Bebas dari Kerancuan, Kontradiksi dan Kesamaran. ‘Aqidah Islam yang murni ini tidak ada kerancuan padanya, tidak pula kontradiksi dan kesamaran. Hal itu karena ‘aqidah tersebut bersumber dari wahyu, kekuatan hubungan para penganutnya dengan Allah, realisasi ubudiyah (penghambaan) hanya kepada-Nya semata, penuh tawakkal kepada-Nya semata, kekokohan keyakinan mereka terhadap al-haq (kebenaran) yang mereka miliki. Orang yang meyakini ‘aqidah Salaf tidak akan ada kebingungan, kecemasan, keraguan dan syubhat di dalam beragama.

g)  Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah Merupakan Faktor Utama bagi Kemenangan dan Kebahagiaan Abadi di Dunia dan Akhirat.

” Akan tetap ada satu golongan dari umatku yang berdiri tegak di atas al-haq (kebenaran), tidak akan membahayakan bagi mereka siapa yang tidak menghiraukannya hingga datang perintah Allah (hari kiamat) tiba dan mereka tetap seperti itu” (Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1920) dan at-Tirmidzi (no. 2229), dari Shahabat Tsauban radhiallahu anhu)

h)    ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah ‘Aqidah yang Dapat Mempersatukan Umat. ‘Aqidah Ahlus Sunnah merupakan jalan yang paling baik untuk menyatukan kekuatan kaum muslimin, kesatuan barisan mereka dan untuk memperbaiki apa-apa yang rusak dari urusan agam dan dunia. Hal ini dikarenakan ‘aqidah Ahlus Sunnah mampu mengembalikan mereka kepada Al-Qur-an dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan jalannya kaum mu’minin yaitu jalannya para Shahabat.

i)      Utuh, Kokoh dan Tetap Langgeng Sepanjang Masa. ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adlah utuh dan sama dalam masalah prinsipil (ushuludin) sepanjang masa dan akan tetap seperti itu hingga hari kiamat kelak. Artinya ‘aqidah Ahlus Sunnah selalu sama, utuh dan terpelihara baik secara riwayat maupun keilmuannya, kata-kata, maupun maknanya

j)      Allah Menjamin Kehidupan yang Mulia bagi Orang yang Menetapi ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Firman Allah, yang artinya:

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

(QS. Al-An’aam: 82).

*sumber:

1. http://assunnah-qatar.com/index.php?option=com_content&task=view&id=492&Itemid=198 (Diadaptasi dari Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari, Al-Wajiiz fii Aqiidatis Salafis Shaalih (Ahlis Sunnah wal Jama’ah), atau Intisari Aqidah Ahlus Sunah wal Jama’ah), terj. Farid bin Muhammad Bathathy(Pustaka Imam Syafi’i, cet.I), hlm. 50 -60)

2.Syarah Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka Imam Syafi’i.

3.http://assunnah-qatar.com/manhaj-artikel-198/224-beberapa-karakteristik-aqidah-ahlus-sunnah-wal-jamaah.html, Dikutip dari kitab “Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah” Penulis: Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas, Penerbit: Pustaka At-Taqwa, Bogor, Cetakan I – 1425 H.

*****

semoga sedikit tulisan yang aku rangkum diatas dapat bermanfaat bagi kita semua yang mau belajar.

jangan pernah berhenti untuk belajar dan mengerti.

semoga ALLAH memudahkan.

Baarakallahufiikum..


mencoba memaknai hidup…. May 20, 2010

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags:
add a comment

“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang .(Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? “

~QS. Al-An’aam:95~

*****

Hidup…

apakah hidup sebenarnya??

*****

kadang rasa kecewa, marah, stress dan sakit hati karena sebuah kegagalan atau sebuah masalah yang sangat pelik membuat kita menjadi kufur terhadap nikmat yang telah ALLAH berikan..

meski kadang..

kita sendiri tidak menyadari bahwa dibalik kegagalan..

dibalik masalah yang pelik yang telah menimpa kita..

ALLAH telah memberikan nikmat yang sangat besar dan tak terkira..

*****

Apakah nikmat itu??

*****

ialah kehidupan..

ALLAH telah memberikan kesempataan kepada kita untuk hidup..

DIA telah memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa menikmati segala apa yang telah DIA ciptakan di dunia ini..

kita masih bisa melihat..

masih bisa mendengar dengan baik..

masih bisa berjalan..

masih bisa bernafas dengan mudahnya..

*****

bandingkanlah antara masalah dan cobaan yang telah menimpamu..

yang kamu rasa beraat…

yang telah membuat kamu berpikir bahwa hidupmu sudah tiada lagi artinya…

bandingkanlah nikmat yang telah ALLAH berikan dengan itu semua..

sungguh tidak sebanding..

….

….

….

*****

aku mungkin juga bukan orang yang selalu bersyukur…

aku masih mengeluh…

aku masih menangis..

aku masih merasa menyesal..

aku masih belum bisa ikhlas sepenuhnya..

karena aku manusia..

****

namun dengan keyakinan yang kuat…

aku percaya bahwa DIA pasti akan memberikan yang terbaik untukku selama aku yakin..

dan bahkan sangat yakin akan kuasaNYA..

DIA yang bisa dengan sangat mudahnya mengubah apa yang mungkin menjadi tidak mungkin dan sebaliknya….

*****

Karena..

kita hidup adalah semata untuk DIA…

*****

Aku ciptakan jin dan manusia hanya untuk menyembah-Ku

~Adz-Dzaariyat 56~

*****

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku.hidupku, matiku hanyalah untuk ALLAH , Rabb semesta alam, yang tiada sekutu bagiNYA. Demikian itulah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri”

~HR. Nasa’i~

*****

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

~QS. Ar-Rahmaan:13~

Berdoa… May 18, 2010

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags:
add a comment

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

~Al-Baqaraah:186~

Setiap orang yang ada di dunia ini pasti memiliki mimpi dalam hidupnya..

pasti memiliki tujuan hidup yang hendak dicapainya..

memiliki keinginan yang kuat untuk suatu hal..

bahkan tak jarang sebagian besar dari mereka terobsesi terhadap keinginan dan cita-citanya tersebut..

Tak terkecuali saya…

amanusia biasa yang diciptakan dengan sangat lemah..

yang memiliki tujuan hidup..

harapan hidup..

dan cita-cita…

Namun…

segala sesuatu tidak bisa didapatkan begitu saja dengan mudahnya..

apapun yang ada di dunia ini memang butuh pengorbanan..

disamping terus berusaha..

terus belajar dan bekerja keras..

harus disertai dengan doa dan keyakinan dalam hati..

Dengan kesadaran bahwa kita hanya makhluk..

yang tidak bisa menentukan apa saja yang kita kehendaki..

bahwa kita hanya makhluk..

yang tidak bisa mengatur apa yang ada di dunia ini..

“…dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. “

~Al-Baqarah:216~

Yakiin…

Bahwa pertolongan ALLAH itu sungguh dekat..

” Dari Abu Hurairah Radhiallahuanhu, ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Allah ta’ala berfirman : ” Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku akan senantiasa bersamanya selama dia mau berdzikir kepada-Ku. Jika dia menyebut nama-Ku dalam hatinya, Aku akan menyebut namanya di dalam diri-Ku. Jika dia menyebut nama-Ku dalam sebuah majelis, Aku akan menyebut namanya dalam majelis yang lebih baik daripada majelisnya. Jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekat padanya sedepa. Jika dia mendekat pada-Ku dengan berjalan, Aku akan mendekat padanya dengan berlari “

~HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad~

Bismillah…

semoga ALLAH senantiasa menuntut kita ke jalan yang lebih baik..

semoga DIA mengampunimu dan mengampuniku..

semoga DIA memberikan yang terbaik untukmu dan untukku..

semoga DIA senantiasa memberikan kebahagiaan padamu dan padaku..

Amiin.

InsyaaALLAH..

Baarakallahu fiikum..

“Tidaklah seorang muslim memdoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan melainkan malaikat menyahut: ” Semoga engkau juga beroleh hal yang sama”
~HR. Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah~

Islam itu Cinta Damai May 7, 2010

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags:
4 comments

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri]

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

“Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam” [Shahîh. HR Ahmad (I/239, 283, 365)].

Dari balik tabir aku melihat dunia..

Semuanya tampak baik-baik saja..

*****

Tapi..

si lemah ini terheran karena suatu hal yang tak pernah disangka..

sebuah perpecahan antar saudara..

*****

si lemah ini..

hanya tahu bahwa Tuhannya telah mengajarinya untuk

CINTA DAMAI..

*****

Si lemah ini tak cukup ilmu dan tak pandai berucap..

meski banyak hinaan..

“Dasar! kamu itu hanya orang yang tidak paham”

Si lemah ini hanya bisa diam..

******

si lemah ini benar-benar lemah..

mungkin ia takut untuk berkata dan hanya bisa diam..

melihat saudara-saudara yang sudah “Berilmu”..

saling terpecah belah di luar sana..

saling memfitnah anu dan anu..

saling menggibah anu dan anu..

*****

Si lemah ini hanya berfikir..

Beginikah sikap orang-orang yang paham aqidah kepada saudaranya sendiri??

apakah mereka tidak malu dengan orang-orang kafir yang perseteruan diantara mereka, tidak dipublish di media massa??

Beginikah aqidah mereka??

*****

si lemah ini sediiihh…

mungkin dengan kebodohannya ia menangis..

mengapa saling menghina?

dan selalu beranggapan benar??

*****

si lemah ini hanya berharap..

Tidakkah bisa agamaku dikenal sebagai agama yang cinta akan kedamaian??

yang tebarkan salam dan ukirkan senyum pada saudaranya??

Tidakkah bisa, fitnah itu..

cacian itu..

semua diselesaikan sampai disini saja?????

*****

si lemah hanya berharap..

semoga ALLAH senantiasa menunjuki saudara-suadaranya yang berselisih paham..

hingga akhirnya tidak menimbulkan perpecahan..

*****

Wahai Saudaraku…

aku memang bukan siapa-siapa dan aku memang tidak “berilmu”…

tapi jika engkau membaca tulisan ini..

kuharapkan..

apa yang aku maksudkan bisa tertuju kepada engkau sekalian..

*****

ISLAM CINTA KEDAMAIAN.