jump to navigation

Aku memandangnya hingga menangis March 31, 2010

Posted by nindtaa in chocolate.
Tags:
trackback

Kupandang ia dari balik jeruji besi,
Penuh sesak dan bau menyengat,
Mungkin memang benar,
Hawa di luar sana tak seburuk singgasana yang sedang aku tempati,
Kupandangi ia dengan hati yang tak menentu,
Di tempat ini,
Tempat manusia penuh dosa!
Namun, DIA tetap berikan berkah nikmatNYA padaku meski aku telah hina dan binasa,
Dengan membunuh keangkuhanku,
Tetes airmata hatiku,
Mengatakan dengan jiwa yang bergetar,
Aku mencintai mereka,
Aku mencintai hujan,
Dan aku sangat mencintai penciptanya.

~Nindya Resha, 30 March 2010~

Comments»

1. ndru - May 3, 2010

faffiru ilalloh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: